Pertandingan Liga Champions 2026-2027 menghadirkan kejutan besar pada Rabu, 21 Oktober 2026. Como 1907 sukses mempermalukan Manchester United dengan kemenangan telak 4-1, sedangkan Bayern Munich harus puas bermain imbang 2-2 saat menjamu Arsenal di Allianz Arena. Kedua pertandingan tersebut menjadi sorotan karena menghadirkan drama, gol-gol penting, dan hasil yang berpotensi memengaruhi perjalanan klub-klub besar Eropa di fase liga.
Hasil Como melawan Manchester United menjadi salah satu kejutan terbesar pekan ini. Klub Italia yang tengah menjalani petualangan bersejarah di kompetisi Eropa tersebut mampu menunjukkan kualitas permainan yang membuat tim tamu kesulitan sepanjang pertandingan. Sementara itu, duel Bayern Munich melawan Arsenal berlangsung lebih ketat, dengan gol penyeimbang Declan Rice pada menit ke-82 memastikan The Gunners membawa pulang satu poin.
1. Como 1907 Hajar Manchester United 4-1
Como 1907 mencatatkan kemenangan luar biasa setelah mengalahkan Manchester United dengan skor 4-1 di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Italia. Hasil tersebut menjadi bukti bahwa Como bukan sekadar peserta pelengkap dalam Liga Champions musim ini.
Sejak awal pertandingan, Como tampil berani dan mampu memanfaatkan kelemahan pertahanan Manchester United. Tim asuhan Cesc Fabregas memperlihatkan organisasi permainan yang solid, tekanan agresif, serta efektivitas ketika memperoleh kesempatan di depan gawang.
Manchester United sebenarnya memiliki peluang untuk membuka keunggulan lebih dahulu. Namun, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang tersebut terbuang. Como kemudian memanfaatkan situasi itu untuk mengambil alih kendali pertandingan.

Nico Paz membuka keunggulan Como
Pertandingan baru berjalan sekitar dua menit ketika Nico Paz mencetak gol pembuka untuk Como. Pemain asal Argentina tersebut mendapatkan ruang di depan kotak penalti sebelum melepaskan tembakan melengkung yang tidak mampu dihentikan kiper Manchester United.
Gol cepat itu membuat Como semakin percaya diri. Manchester United berusaha membangun serangan untuk mengejar ketertinggalan, tetapi kesulitan menemukan celah di pertahanan tuan rumah.
Tim besutan Michael Carrick beberapa kali mencoba memanfaatkan sisi lapangan. Namun, Como mampu menjaga kedisiplinan dan tidak memberikan banyak ruang bagi para pemain menyerang Setan Merah.
Keunggulan satu gol bertahan hingga turun minum. Manchester United masih memiliki kesempatan memperbaiki permainan, tetapi awal babak kedua justru menjadi mimpi buruk bagi tim asal Inggris tersebut.
Como menambah tiga gol pada babak kedua
Pada menit ke-49, Tasos Douvikas menggandakan keunggulan Como. Penyerang tersebut menerima umpan Nico Paz sebelum melepaskan tembakan keras yang berhasil menggetarkan gawang Manchester United.
Tekanan tuan rumah berlanjut. Pada menit ke-57, Nico Paz kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan kesalahan penguasaan bola Manchester United. Gol keduanya membuat Como unggul 3-0 dan semakin dekat dengan kemenangan besar.
Manchester United mencoba memperbaiki situasi melalui sejumlah perubahan pemain. Namun, upaya tersebut belum mampu menghentikan serangan Como yang tampil efektif.
Pada menit ke-76, Jacobo Ramon mencetak gol keempat bagi Como melalui sundulan dari jarak dekat setelah menerima umpan silang Kaiki Bruno. Gol tersebut memastikan tuan rumah berada dalam posisi yang sangat nyaman.
Manchester United baru mampu mencetak gol hiburan pada masa tambahan waktu. Joshua Zirkzee memanfaatkan umpan Amad Diallo untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 4-1 pada menit ke-90+1.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tidak berubah. Como pun merayakan kemenangan bersejarah atas salah satu klub paling terkenal di sepak bola Inggris.

Kekalahan yang memperbesar tekanan terhadap Manchester United
Kekalahan 1-4 ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Michael Carrick. Manchester United kembali memperlihatkan kelemahan dalam menjaga area pertahanan, mengantisipasi pergerakan lawan, dan mempertahankan konsentrasi sepanjang pertandingan.
Masalah tersebut terlihat ketika para pemain Como mendapatkan terlalu banyak ruang untuk membangun serangan. Ketika kehilangan bola, Manchester United juga kesulitan melakukan transisi bertahan dengan cepat.
Di sisi lain, Como pantas mendapatkan pujian. Nico Paz menjadi salah satu pemain paling menonjol berkat dua gol dan kontribusinya dalam proses terciptanya gol Douvikas. Performa kolektif tim juga menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing menghadapi klub dengan pengalaman Eropa yang lebih besar.
Kemenangan ini memberikan dorongan moral besar bagi Como dalam perjalanan mereka di Liga Champions 2026-2027. Sebaliknya, Manchester United harus segera mengevaluasi permainan jika ingin memperbaiki posisinya di fase liga.
2. Bayern Munich vs Arsenal Berakhir Imbang 2-2
Pertandingan lain yang tidak kalah menarik mempertemukan Bayern Munich dengan Arsenal di Allianz Arena. Kedua tim tampil dengan ambisi meraih kemenangan, tetapi pertandingan berakhir dengan skor 2-2 setelah Arsenal mencetak gol penyeimbang pada menit-menit akhir.
Arsenal memulai pertandingan dengan cukup baik dan mampu memberikan tekanan kepada pertahanan Bayern. Namun, tuan rumah juga menunjukkan kualitasnya melalui serangan cepat dan pergerakan pemain yang sulit dihentikan.
Eberechi Eze membawa Arsenal unggul
Arsenal membuka keunggulan pada menit ke-25 melalui Eberechi Eze. Gol tersebut tercipta setelah Eze memanfaatkan umpan Martin Odegaard dan menyelesaikan peluang dengan baik.
Gol itu menjadi momentum penting bagi Arsenal, terutama karena mereka harus menghadapi tekanan bermain di kandang salah satu klub terbesar Jerman.
Namun, keunggulan Arsenal tidak bertahan lama. Bayern Munich meningkatkan intensitas serangan dan mulai menemukan celah di lini belakang tim tamu.
Pada menit ke-35, Alphonso Davies berhasil mencetak gol penyama kedudukan. Bek Bayern tersebut memanfaatkan umpan terobosan Harry Kane untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Kedua tim terus berusaha mencari gol tambahan, tetapi tidak ada perubahan skor hingga babak pertama berakhir.
Harry Kane membawa Bayern berbalik unggul
Memasuki babak kedua, Bayern Munich semakin agresif dalam memburu gol. Pengalaman Harry Kane menjadi salah satu faktor penting yang membuat lini serang tuan rumah terus memberikan ancaman.
Bayern akhirnya mendapatkan kesempatan melalui tendangan penalti setelah bola mengenai tangan Jurrien Timber di area terlarang. Harry Kane yang dipercaya menjadi eksekutor berhasil menjalankan tugasnya pada menit ke-61.
Gol tersebut membawa Bayern unggul 2-1 dan membuat Arsenal berada dalam tekanan. Tim asuhan Mikel Arteta harus meningkatkan serangan apabila tidak ingin pulang dengan kekalahan.
Arsenal tidak menyerah begitu saja. Mereka terus mencoba membangun serangan melalui kombinasi umpan pendek dan pergerakan pemain dari lini tengah menuju kotak penalti.
Bayern sempat memperoleh sejumlah peluang untuk memperlebar keunggulan, tetapi penyelesaian akhir dan penampilan kiper Arsenal membuat skor tetap bertahan.
Declan Rice menyelamatkan Arsenal
Ketika Bayern terlihat semakin dekat dengan kemenangan, Arsenal justru berhasil mencetak gol penyeimbang pada menit ke-82.
Declan Rice menyelesaikan sebuah kombinasi serangan yang melibatkan Noni Madueke dan Viktor Gyokeres. Rice kemudian melepaskan tembakan yang tidak mampu dihentikan Manuel Neuer.
Gol tersebut mengubah skor menjadi 2-2 sekaligus membangkitkan semangat para pemain Arsenal. Bayern berusaha kembali menekan pada sisa waktu pertandingan, tetapi tidak berhasil mencetak gol tambahan.
Hasil imbang ini menjadi pencapaian penting bagi Arsenal karena mereka mampu menghindari kekalahan di kandang Bayern Munich. Bagi tuan rumah, hasil tersebut tentu mengecewakan karena kemenangan yang sudah berada di depan mata akhirnya lepas.

3. Dampak Hasil Pertandingan terhadap Persaingan Liga Champions
Dua pertandingan tersebut memperlihatkan betapa sulitnya memprediksi hasil Liga Champions 2026-2027. Como membuktikan bahwa organisasi permainan dan efektivitas serangan dapat menjadi pembeda ketika menghadapi lawan yang lebih berpengalaman.
Bagi Manchester United, kekalahan telak ini menegaskan perlunya perbaikan dalam koordinasi pertahanan, penguasaan bola, serta konsistensi permainan. Tim harus segera bangkit agar tidak semakin tertinggal dalam persaingan fase liga.
Sementara itu, Arsenal memperoleh hasil yang relatif positif dari lawatan ke markas Bayern Munich. Gol Declan Rice menunjukkan pentingnya menjaga fokus hingga pertandingan berakhir. Kemampuan bangkit setelah tertinggal juga dapat menjadi modal berharga bagi Arsenal untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
Bayern Munich tetap memperlihatkan kualitas serangan melalui kontribusi Harry Kane dan Alphonso Davies. Namun, kegagalan mempertahankan keunggulan menjadi catatan yang perlu diperhatikan oleh tim pelatih.
Perlu diingat bahwa hasil satu pertandingan belum menentukan nasib sebuah klub di Liga Champions. Format fase liga membuat setiap poin berharga, sehingga konsistensi dalam pertandingan berikutnya akan sangat menentukan peluang lolos ke babak selanjutnya.
Kesimpulan
Hasil Liga Champions 2026-2027 menghadirkan dua cerita besar. Como 1907 tampil mengejutkan dengan menghajar Manchester United 4-1 melalui dua gol Nico Paz serta kontribusi Tasos Douvikas dan Jacobo Ramon. Sementara itu, Bayern Munich harus menerima hasil imbang 2-2 melawan Arsenal setelah Declan Rice mencetak gol penyeimbang pada menit ke-82.
Kemenangan Como menjadi peringatan bagi Manchester United untuk segera membenahi performa. Di sisi lain, Arsenal menunjukkan mentalitas kuat dengan mampu menyelamatkan satu poin di kandang Bayern.
Persaingan Liga Champions musim ini masih panjang. Setiap pertandingan berikutnya akan menjadi kesempatan bagi klub-klub tersebut untuk memperbaiki posisi, menjaga momentum, dan memperbesar peluang melangkah ke fase gugur.