
London – Kabar buruk kembali menghampiri Arsenal menjelang periode krusial musim ini. Gelandang serang andalan mereka, Kai Havertz, dipastikan mengalami cedera dan harus absen dalam sejumlah laga penting yang akan menentukan nasib The Gunners di berbagai kompetisi. Cedera ini menjadi pukulan telak bagi skuad asuhan Mikel Arteta, mengingat peran vital Havertz dalam skema permainan Arsenal sepanjang musim.
Cedera terbaru ini menambah daftar panjang masalah kebugaran yang dialami Havertz sejak bergabung dari Chelsea pada musim panas 2023. Sang pemain sebelumnya sempat absen beberapa kali akibat gangguan otot dan masalah fisik lainnya, yang membuat konsistensi performanya kerap terganggu.
BACA JUGA:
MU Gigit Jari! Luis Enrique Tidak Minat Latih Setan Merah
Kronologi Cedera Kai Havertz
Cedera Kai Havertz terjadi saat sesi latihan intensif menjelang pertandingan penting di Liga Inggris dan Liga Champions. Berdasarkan laporan tim medis Arsenal, Havertz mengalami cedera otot hamstring ringan hingga sedang, yang membuatnya harus menepi selama beberapa pekan.
Pemeriksaan lanjutan menggunakan MRI scan menunjukkan adanya robekan mikro pada serat otot bagian belakang paha. Kondisi ini memaksa tim medis untuk tidak mengambil risiko dengan memaksakan sang pemain tampil, demi mencegah cedera yang lebih parah.
“Kami harus berhati-hati. Kai adalah pemain penting, tetapi kesehatannya jauh lebih utama. Ia akan menjalani program pemulihan intensif,” ujar Arteta dalam konferensi pers jelang laga.
Absen di Deretan Laga Krusial Arsenal
Absennya Kai Havertz datang di momen yang sangat tidak ideal. Arsenal tengah memasuki fase krusial musim 2025/2026, di mana mereka harus menghadapi jadwal padat dan lawan-lawan berat di berbagai ajang.
Beberapa pertandingan penting yang dipastikan akan dilewatkan Havertz antara lain:
- Liga Inggris vs Manchester United
- Liga Champions Babak 16 Besar Leg 1
- Liga Inggris vs Liverpool
- Piala FA Perempat Final
Deretan laga ini berpotensi besar menentukan peluang Arsenal dalam perburuan gelar Liga Inggris, kelolosan di Liga Champions, serta ambisi meraih trofi domestik.

Dampak Besar bagi Skema Mikel Arteta
Kai Havertz merupakan salah satu pilar utama dalam sistem permainan Mikel Arteta. Fleksibilitasnya memungkinkan ia bermain sebagai gelandang serang, false nine, hingga penyerang tengah, tergantung kebutuhan taktik.
Musim ini, Havertz telah mencatat:
- 38 penampilan di semua kompetisi
- 13 gol
- 7 assist
- Kontribusi besar dalam fase build-up dan pressing
Kehilangan pemain sekomplet Havertz jelas akan mengurangi variasi taktik Arsenal, terutama dalam menghadapi tim-tim besar yang membutuhkan kreativitas tinggi di sepertiga akhir lapangan.
Arteta kini dipaksa memutar otak untuk mencari komposisi terbaik demi menutup absennya sang bintang.
Opsi Pengganti Kai Havertz
Tanpa Kai Havertz, Arsenal memiliki beberapa opsi yang bisa dipertimbangkan oleh Mikel Arteta:
1. Gabriel Jesus
Striker asal Brasil ini bisa kembali dimainkan sebagai false nine, peran yang pernah dijalani dengan cukup baik. Kecepatan, dribel, dan kreativitasnya mampu membuka ruang bagi Bukayo Saka dan Martin Ødegaard.
2. Leandro Trossard
Trossard dikenal fleksibel dan bisa mengisi berbagai posisi di lini depan. Ia menjadi opsi realistis untuk mengisi kekosongan peran Havertz dalam membongkar pertahanan lawan.
3. Emile Smith Rowe
Jika sudah benar-benar fit, Smith Rowe bisa menjadi playmaker alternatif yang menawarkan kreativitas dan penetrasi dari lini kedua.
4. Eddie Nketiah
Sebagai penyerang murni, Nketiah dapat mengisi posisi striker, meski gaya bermainnya berbeda jauh dari Havertz.

Rekam Jejak Cedera Kai Havertz di Arsenal
Sejak mengenakan seragam Arsenal, Kai Havertz memang cukup sering diganggu masalah kebugaran. Beberapa cedera yang pernah dialaminya antara lain:
- Cedera otot betis
- Masalah hamstring ringan
- Kelelahan fisik akibat jadwal padat
- Gangguan pada engkel
Kondisi ini membuat performa Havertz tidak selalu stabil, meski ketika fit ia kerap tampil gemilang dan menjadi pembeda di laga-laga besar.
Reaksi Fans dan Pengamat Sepak Bola
Kabar cedera ini langsung menuai reaksi luas dari para penggemar Arsenal di media sosial. Banyak yang menyayangkan momen cedera tersebut, mengingat Arsenal sedang dalam tren positif.
Sebagian fans berharap cedera ini tidak memengaruhi mental tim, sementara lainnya menyoroti padatnya jadwal pertandingan sebagai penyebab meningkatnya risiko cedera.
Pengamat sepak bola Inggris, Jamie Carragher, menilai absennya Havertz bisa menjadi titik krusial dalam perburuan gelar Arsenal.
“Dia adalah pemain yang membuat perbedaan dalam sistem Arteta. Kehilangannya bisa berdampak besar, terutama melawan tim-tim top,” ujar Carragher.
Jadwal Padat Jadi Biang Cedera Pemain
Cedera Kai Havertz kembali membuka diskusi soal padatnya kalender kompetisi modern. Klub-klub top Eropa kini harus bermain di:
- Liga domestik
- Piala domestik
- Liga Champions
- Turnamen internasional
Akibatnya, pemain nyaris tidak memiliki waktu istirahat yang cukup, sehingga risiko cedera meningkat drastis.
Arsenal sendiri dalam sebulan terakhir memainkan hingga 9 pertandingan dengan intensitas tinggi, yang berpotensi menguras fisik para pemain inti.
Target Pemulihan dan Waktu Comeback
Tim medis Arsenal menargetkan Kai Havertz bisa kembali dalam waktu 3 hingga 4 pekan, tergantung perkembangan pemulihannya. Program rehabilitasi meliputi:
- Fisioterapi intensif
- Latihan penguatan otot
- Pemulihan fleksibilitas
- Peningkatan stamina bertahap
Arteta dipastikan tidak akan mengambil risiko dengan menurunkan Havertz sebelum kondisinya benar-benar pulih 100 persen.
Tantangan Besar Arsenal Tanpa Havertz
Absennya Kai Havertz menambah daftar panjang pemain Arsenal yang sempat mengalami cedera musim ini. Sebelumnya, Gabriel Jesus, Thomas Partey, dan Oleksandr Zinchenko juga sempat menepi.
Situasi ini membuat kedalaman skuad Arsenal benar-benar diuji, terutama saat menghadapi klub-klub elite seperti Manchester City, Liverpool, dan Bayern Munchen.
Namun, Arteta tetap optimistis.
“Kami punya skuad yang kuat. Ini saatnya pemain lain menunjukkan kualitas mereka,” tegasnya.
Kesimpulan
Cedera Kai Havertz menjadi ujian berat bagi Arsenal di fase paling menentukan musim ini. Tanpa sang gelandang serang, Arteta harus mengandalkan kedalaman skuad serta fleksibilitas taktik demi menjaga asa meraih trofi.
Jika mampu melewati periode sulit ini dengan hasil positif, Arsenal berpeluang besar mengakhiri musim dengan prestasi gemilang. Sebaliknya, kehilangan Havertz bisa menjadi faktor krusial yang memengaruhi hasil akhir musim.