
Legenda Manchester United dan Timnas Inggris, Wayne Rooney, melontarkan kritik tajam terhadap performa Alexander Isak usai sang striker tampil mengecewakan saat menghadapi Liverpool. Rooney menilai Isak “hancur” bukan karena kekuatan Liverpool semata, melainkan akibat kesalahan dan keputusan Isak sendiri di lapangan.
Pernyataan Rooney ini langsung menjadi sorotan publik sepak bola Inggris, terutama di tengah pembahasan panas soal konsistensi Isak sebagai penyerang kelas atas Premier League.
BACA JUGA:
Nyaris Imbang tapi Bisa Menang, Michael Carrick Puji Mental Baja Manchester United
Kritik Wayne Rooney yang Jadi Sorotan
Dalam analisisnya sebagai pundit, Wayne Rooney menyoroti bagaimana Alexander Isak gagal memaksimalkan peluang, salah membaca situasi, dan kerap mengambil keputusan yang justru merugikan timnya saat menghadapi Liverpool.
Menurut Rooney, Liverpool memang lawan berat, tetapi Isak seharusnya mampu tampil lebih cerdas.
“Di level ini, kesalahan kecil bisa menghancurkan permainanmu. Dan itu yang terjadi pada Isak,” ujar Rooney dalam analisanya.
Rooney menegaskan bahwa masalah utama Isak bukan pada kemampuan teknis, melainkan pengambilan keputusan di momen krusial.
Alexander Isak vs Liverpool: Statistik yang Bicara
Saat menghadapi Liverpool, Alexander Isak sebenarnya mendapat beberapa peluang emas. Namun, statistik menunjukkan performanya jauh dari kata maksimal:
- Minim tembakan tepat sasaran
- Beberapa kali kehilangan bola di area berbahaya
- Terlambat mengambil keputusan saat berada di kotak penalti
- Kurang efektif dalam duel dengan bek Liverpool
Hal ini membuat lini depan timnya tumpul, sementara Liverpool tampil disiplin dan klinis.
Bagi Rooney, inilah bukti bahwa Isak belum sepenuhnya siap menghadapi tekanan laga besar secara konsisten.
Salah Ambil Keputusan Jadi Masalah Utama
Wayne Rooney menekankan bahwa keputusan Isak di lapangan terlalu ragu-ragu. Dalam beberapa situasi, Isak memilih menggiring bola terlalu lama ketimbang melepaskan tembakan atau memberikan umpan cepat.
Di Premier League, terutama saat melawan klub sekelas Liverpool, keterlambatan sepersekian detik bisa berujung kegagalan.
Rooney bahkan membandingkan Isak dengan striker top dunia yang mampu:
- Membaca ruang lebih cepat
- Mengambil keputusan instan
- Tidak panik saat ditekan
Menurutnya, Isak masih sering kehilangan ketenangan di momen besar.
Tekanan Anfield dan Mentalitas Pemain
Bermain melawan Liverpool, apalagi di laga besar, jelas memberi tekanan ekstra. Atmosfer stadion, pressing ketat, dan intensitas tinggi membuat banyak pemain kehilangan fokus.
Namun Rooney menilai hal ini bukan alasan.
“Pemain top harus menikmati tekanan, bukan hancur karenanya,” tegas Rooney.
Ia menilai mentalitas Isak masih perlu diasah agar tidak mudah goyah ketika menghadapi tim-tim elite.

Isak Punya Kualitas, Tapi Harus Dewasa
Meski kritiknya keras, Rooney tetap mengakui bahwa Alexander Isak memiliki kualitas besar:
- Fisik kuat
- Teknik tinggi
- Finishing yang sebenarnya mematikan
Namun, semua itu akan sia-sia jika tidak dibarengi dengan kedewasaan bermain.
Rooney menyebut fase ini sebagai ujian penting dalam karier Isak. Apakah ia mampu belajar dari kegagalan, atau justru tenggelam oleh ekspektasi.
Dampak Kritik Rooney bagi Karier Isak
Komentar dari figur sebesar Wayne Rooney jelas bukan hal sepele. Kritik ini bisa menjadi:
- 🔥 Motivasi besar untuk bangkit
- ⚠️ Tekanan mental jika tidak disikapi dengan benar
Banyak pemain top dunia justru berkembang setelah menerima kritik keras di usia muda. Rooney berharap Isak menjadikan laga melawan Liverpool sebagai pelajaran berharga, bukan trauma.
Reaksi Publik dan Penggemar
Di media sosial, reaksi publik terbelah:
- Sebagian setuju dengan Rooney, menilai Isak terlalu “lembek” di laga besar
- Sebagian lain membela Isak, menyebut Liverpool memang terlalu kuat
Namun satu hal jelas, ekspektasi terhadap Alexander Isak kini semakin tinggi.

Kesimpulan: Salah Sendiri atau Proses Belajar?
Wayne Rooney mungkin terdengar kejam, tetapi kritiknya sarat makna. Isak “hancur” di Liverpool bukan karena kurang bakat, melainkan karena belum matang sepenuhnya sebagai striker elite.
Jika Isak mampu belajar dari kesalahan:
- Lebih cepat ambil keputusan
- Lebih berani mengeksekusi peluang
- Lebih tenang di laga besar
maka kritik ini bisa menjadi titik balik kariernya di Premier League.
Analisis Taktikal: Mengapa Isak Mudah Dimatikan Liverpool
Jika ditarik lebih dalam secara taktik, masalah Alexander Isak saat menghadapi Liverpool tidak hanya soal mental, tetapi juga cara ia membaca permainan lawan. Liverpool dikenal dengan garis pertahanan tinggi, pressing agresif, dan transisi cepat. Pola ini membuat striker lawan harus berpikir dan bergerak lebih cepat dari biasanya.
Dalam laga tersebut, Isak beberapa kali:
- Salah memilih posisi ketika timnya membangun serangan
- Terjebak offside akibat timing lari yang kurang tepat
- Terisolasi karena jarang turun menjemput bola
Wayne Rooney menilai Isak terlalu menunggu bola, padahal melawan Liverpool, striker harus aktif menciptakan ruang, bukan menunggu peluang datang.
Duel Fisik yang Tidak Dimaksimalkan
Secara postur dan kekuatan, Alexander Isak sebenarnya unggul. Namun Rooney menyoroti bagaimana Isak kurang memanfaatkan duel fisik melawan bek Liverpool.
Beberapa momen krusial menunjukkan Isak kalah:
- Saat body duel di kotak penalti
- Saat menerima bola membelakangi gawang
- Saat mencoba melindungi bola dari pressing dua pemain
Rooney menegaskan bahwa striker elite Premier League harus berani “kotor”, menahan bola, dan memaksa bek melakukan pelanggaran.
Perbandingan dengan Striker Top Premier League
Dalam analisanya, Rooney secara tidak langsung membandingkan Isak dengan striker top lain seperti:
- Erling Haaland
- Mohamed Salah
- Harry Kane (saat masih di EPL)
Perbedaan utama ada pada efisiensi dan insting membunuh. Striker top hanya butuh satu sentuhan untuk mencetak gol, sementara Isak masih terlalu sering berpikir.
“Di level ini, kamu tidak diberi waktu berpikir. Kamu harus bertindak,” kata Rooney.
One Response