
Manchester – Nama Michael Carrick kembali menjadi sorotan publik sepak bola Inggris. Mantan gelandang elegan Manchester United itu kini digadang-gadang sebagai sosok yang berpotensi menjadi “Pep Guardiola atau Zinedine Zidane”-nya Manchester United, menyusul kiprahnya yang semakin matang sebagai pelatih dan pengalamannya di lingkungan Setan Merah.
Sejumlah pengamat, legenda klub, hingga media Inggris menilai Carrick memiliki DNA Manchester United, kecerdasan taktik, serta kepemimpinan yang membuatnya layak masuk dalam radar sebagai calon manajer jangka panjang Old Trafford.
BACA JUGA:
Kreator Konten di Lampung Diperkosa Dua Pemuda, iPhone dan Motor Dirampok
Michael Carrick: Dari Maestro Lapangan ke Arsitek Taktik
Michael Carrick bukan nama asing bagi publik Old Trafford. Ia merupakan salah satu gelandang paling cerdas yang pernah dimiliki Manchester United. Selama membela MU pada 2006–2018, Carrick mencatatkan:
- 464 penampilan
- 5 gelar Liga Inggris
- 1 trofi Liga Champions
- 1 Piala FA
- 3 Piala Liga
- 1 Liga Europa
Carrick dikenal sebagai deep-lying playmaker, pengatur tempo, dan jenderal lini tengah. Gaya bermainnya sering dibandingkan dengan Sergio Busquets di Barcelona atau Andrea Pirlo di Italia, yang mengedepankan kecerdasan, posisi, dan visi bermain.
Karier Kepelatihan: Matang dalam Diam
Setelah pensiun sebagai pemain, Carrick langsung bergabung dalam staf kepelatihan Manchester United. Ia bekerja di bawah arahan:
- José Mourinho
- Ole Gunnar Solskjaer
- Ralf Rangnick
Pengalaman ini memberinya wawasan luas tentang berbagai filosofi taktik, manajemen ruang ganti, serta tekanan menangani klub besar.
Pada November 2021, Carrick sempat dipercaya sebagai manajer interim Manchester United selama tiga laga dan mencatat hasil impresif:
- Menang 2 kali
- Seri 1 kali
- Tak terkalahkan
Salah satu hasil paling mencolok adalah kemenangan 2-0 atas Villarreal di Liga Champions, yang memastikan MU lolos ke babak gugur.

Sukses di Middlesbrough: Bukti Kapasitas Kepelatihan
Puncak pembuktian Carrick datang saat ia menangani Middlesbrough di Championship. Ia sukses:
- Mengangkat tim dari papan bawah
- Mengantar Boro lolos ke play-off promosi Premier League
- Menampilkan permainan atraktif dan progresif
Di bawah Carrick, Middlesbrough dikenal sebagai tim dengan:
- Build-up rapi dari belakang
- Transisi cepat
- Pressing terstruktur
- Fleksibilitas taktik tinggi
Filosofi bermain inilah yang membuat banyak pihak menyebut Carrick sebagai calon “Pep Guardiola atau Zinedine Zidane”-nya Manchester United.
Kenapa Disamakan dengan Pep Guardiola dan Zinedine Zidane?
Perbandingan dengan Pep Guardiola dan Zinedine Zidane bukan tanpa alasan. Ada beberapa kesamaan mencolok:
1. Mantan Gelandang Cerdas
Ketiganya adalah mantan gelandang elite yang dikenal memiliki:
- Visioner
- Kecerdasan taktik
- Kemampuan membaca permainan
Pep adalah jenderal lini tengah Barcelona, Zidane maestro Prancis dan Real Madrid, sementara Carrick adalah otak Manchester United.
2. Memahami DNA Klub
Guardiola adalah produk La Masia dan memahami filosofi Barcelona. Zidane adalah legenda Real Madrid. Carrick pun merupakan ikon era keemasan MU dan memahami budaya, tekanan, serta tuntutan klub.
3. Pendekatan Taktik Modern
Carrick dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan modern:
- Build-up dari belakang
- Positional play
- Fluid attacking
- High pressing
Ini membuatnya cocok dengan tuntutan sepak bola modern, sebagaimana Pep dan Zidane.

Krisis Identitas Manchester United dan Harapan Baru
Manchester United dalam satu dekade terakhir mengalami krisis identitas. Sejak pensiunnya Sir Alex Ferguson, MU belum menemukan pelatih yang benar-benar menyatu dengan filosofi klub.
Nama-nama besar seperti:
- David Moyes
- Louis van Gaal
- José Mourinho
- Ole Gunnar Solskjaer
- Erik ten Hag
Belum mampu menghadirkan stabilitas jangka panjang.
Dalam konteks inilah, Michael Carrick dipandang sebagai solusi internal yang memahami akar klub dan memiliki kapasitas taktik modern.
Dukungan Legenda dan Pengamat Sepak Bola
Sejumlah legenda Manchester United memberikan sinyal dukungan kepada Carrick, di antaranya:
- Rio Ferdinand menyebut Carrick sebagai “salah satu otak sepak bola terbaik yang pernah dimiliki MU.”
- Paul Scholes menilai Carrick memiliki pemahaman taktik di atas rata-rata.
- Gary Neville menilai Carrick layak diberi kesempatan melatih MU suatu hari nanti.
Media Inggris bahkan menyebut Carrick sebagai “hidden gem of English coaching” atau mutiara tersembunyi kepelatihan Inggris.
Tantangan Besar Jika Kembali ke Old Trafford
Meski digadang-gadang, tantangan yang akan dihadapi Carrick tidak kecil. Beberapa di antaranya:
- Tekanan ekspektasi fans global
- Ruang ganti penuh bintang
- Manajemen klub yang kompleks
- Tekanan media yang ekstrem
Namun pengalaman sebagai pemain elite dan asisten pelatih di MU diyakini membuat Carrick lebih siap dibanding pelatih muda lain.
Filosofi Bermain Carrick: Perpaduan Elegan dan Efektif
Gaya kepelatihan Carrick mengedepankan:
- Dominasi penguasaan bola
- Build-up pendek dari belakang
- Pergeseran posisi fleksibel
- Serangan cepat saat transisi
Pendekatan ini mirip filosofi Pep Guardiola, namun dengan sentuhan pragmatis khas sepak bola Inggris, menyerupai pendekatan Zidane di Real Madrid.
Strategi Jangka Panjang Manchester United
Manajemen MU kini dikabarkan mulai mempertimbangkan pelatih dengan pendekatan jangka panjang, bukan sekadar solusi instan. Carrick dianggap:
- Memiliki visi jangka panjang
- Mampu membangun fondasi tim
- Mengembangkan pemain muda
- Mengembalikan identitas menyerang
Jika sukses bersama Middlesbrough dan klub-klub berikutnya, peluang Carrick kembali ke Old Trafford sebagai manajer utama sangat terbuka.
Kesimpulan: Carrick, Calon Arsitek Kebangkitan Setan Merah
Michael Carrick kini bukan lagi sekadar legenda Manchester United. Ia telah berkembang menjadi pelatih visioner yang mampu meracik tim kompetitif dengan gaya modern.
Dengan kecerdasan taktik, pemahaman DNA klub, serta rekam jejak kepelatihan yang kian matang, Carrick layak digadang-gadang sebagai “Pep Guardiola atau Zinedine Zidane”-nya Manchester United.
Waktu akan membuktikan, namun satu hal pasti: Michael Carrick adalah aset besar sepak bola Inggris dan masa depan Manchester United.
One Response