Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban ATR 42-500 di lereng Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan.

Makassar, Jumat 23 Januari 2026 — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) atas kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan resmi dituntaskan setelah seluruh korban ditemukan oleh tim SAR gabungan pada hari ketujuh pencarian. Pengumuman tersebut disampaikan petugas SAR pada Jumat pagi di Posko Operasi SAR Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, setelah corps terakhir ditemukan sekitar pukul 08.59 WITA dan dipastikan oleh pucuk komando beberapa menit kemudian.

Penggunaan sandi “sapu bersih” mengakhiri pencarian jenazah dan barang-barang penting dari pesawat, menandai selesainya misi SAR tanpa ada korban yang masih hilang.

BACA JUGA:

Barcelona Menang, tapi Cedera Pedri Jadi Kabar Buruk bagi Blaugrana


🛩️ Kronologi Kejadian: ATR 42-500 Hilang Kontak dan Ditemukan di Gunung

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan registrasi PK-THT hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026, saat melakukan penerbangan dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Pesawat diperkirakan mengalami Controlled Flight Into Terrain (CFIT), yaitu menghantam permukaan tanah atau pegunungan saat masih dalam kendali pilot, di lereng Gunung Bulusaraung setelah keluar dari jalur pendekatan yang semestinya.

Awalnya radar kehilangan sinyal pesawat saat mendekati wilayah Sulawesi Selatan, yang kemudian diikuti ditemukannya bagian-bagian puing pesawat di lokasi pegunungan yang terjal dan berlembah dalam kabut tebal, sehingga proses pencarian menjadi sangat berat.

Black box (CVR dan FDR) pesawat ATR 42-500 ditemukan oleh tim SAR di lokasi kecelakaan.

🧑‍✈️ Jumlah Korban dan Identifikasi Jenazah

Total 10 korban yang berada di dalam pesawat — terdiri dari awak dan penumpang — seluruhnya telah ditemukan di area lokasi jatuhnya pesawat. Korban terakhir berhasil dievakuasi pada Jumat pagi.

Dua dari jenazah telah berhasil diidentifikasi secara resmi, yakni:

Proses identifikasi terhadap jenazah lain tetap dilanjutkan melalui pemeriksaan forensik di tim DVI (Disaster Victim Identification) Polri oleh pihak berwenang di Makassar.


🚑 Proses SAR yang Menantang

Operasi pencarian melibatkan tim SAR gabungan, termasuk unsur TNI, Basarnas, Polri, dan relawan lokal. Medan yang terjal, lereng curam, kabut tebal, serta kondisi cuaca yang kerap berubah telah menjadi tantangan besar bagi tim SAR selama tujuh hari pencarian.

Evakuasi jenazah perlu dilakukan secara hati-hati karena banyak korban ditemukan di jurang dan area kejauhan dari lokasi pusat kecelakaan, termasuk beberapa jenazah yang berada 250-500 meter dari permukaan di lereng terjal Gunung Bulusaraung.

Pencarian dan evakuasi jenazah dilaksanakan dengan kombinasi teknik vertikal dan jalur darat, termasuk penggunaan tali dan peralatan khusus untuk membawa jenazah keluar dari area yang sangat curam.

Keluarga korban menangis haru di Posko SAR saat seluruh jenazah ATR 42-500 berhasil ditemukan.

📦 Barang Bukti, Black Box, dan Dokumentasi Lokasi

Selain jenazah, tim SAR juga menemukan dan mengamankan benda-benda penting dari dalam pesawat, termasuk dokumen, dompet, perangkat elektronik, serta kotak hitam (black box) yang terdiri dari Cockpit Voice Recorder (CVR) dan Flight Data Recorder (FDR) yang ditemukan sehari sebelum seluruh jenazah ditemukan.

Black box ini akan diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk analisis lanjutan guna menyelidiki penyebab terjadinya kecelakaan.


💔 Tangis Haru Keluarga dan Tim SAR

Pengumuman penemuan seluruh jenazah disambut dengan air mata haru dari personel SAR dan keluarga korban yang hadir di posko operasi, menandai akhir dari pencarian yang melelahkan dan panjang.

Meskipun tanpa ada korban yang selamat, keberhasilan menemukan seluruh jenazah dengan lengkap memberikan sedikit penutup bagi keluarga korban untuk melakukan proses duka dan pemakaman dengan layak.


🧭 Respon Pemerintah dan Penyelidikan Selanjutnya

Pihak berwenang menyatakan akan meneruskan penyelidikan terkait faktor penyebab kecelakaan, termasuk analisis data dari black box dan catatan operasional penerbangan. Investigasi ini bertujuan untuk menegakkan keselamatan penerbangan di masa mendatang.

Selain itu, pemerintah juga akan memberikan dukungan kepada keluarga korban dalam proses duka dan administrasi hukum, serta mengevaluasi prosedur keselamatan agar kejadian serupa dapat diminimalkan.


📌 Kesimpulan

Operasi SAR yang dilaksanakan di lereng curam Gunung Bulusaraung atas kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK-THT kini resmi selesai setelah seluruh korban ditemukan dalam rentang waktu tujuh hari pencarian. Proses pencarian yang berat serta kerja sama lintas lembaga menunjukkan dedikasi tinggi dalam penanganan bencana penerbangan ini. Identifikasi jenazah masih dilanjutkan, sementara penyelidikan penyebab kecelakaan melalui analisis black box menjadi fokus berikutnya bagi otoritas penerbangan Indonesia.

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *