
Kylian Mbappé kembali menjadi pusat perhatian. Kali ini bukan karena gol spektakuler atau kecepatannya yang mematikan, melainkan karena kritik soal kontribusi bertahan dan jarak lari bersama Real Madrid. Sejumlah pengamat dan fans menilai Mbappé “malas lari” dalam beberapa pertandingan, terutama ketika tim kehilangan bola.
Menanggapi kritik tersebut, pelatih timnas Prancis memberikan pembelaan tegas. Ia menilai tuntutan agar Mbappé berlari sejauh 11 kilometer per pertandingan adalah ekspektasi yang keliru dan tidak sesuai dengan karakter sang bintang.
BACA JUGA:
Ditanya Soal Jeffrey Epstein, Trump Omeli Jurnalis: Ketegangan Meningkat di Tengah Sorotan Publik
Kritik terhadap Mbappé di Real Madrid
Sejak bergabung dengan Real Madrid, Mbappé memang langsung menjadi sorotan. Statusnya sebagai salah satu pemain terbaik dunia membuat setiap gerak-geriknya dianalisis secara detail, termasuk kontribusi tanpa bola.
Dalam beberapa laga besar, data statistik menunjukkan Mbappé mencatat jarak lari lebih rendah dibandingkan gelandang atau winger lain. Hal inilah yang memicu anggapan bahwa Mbappé kurang aktif dalam fase bertahan dan pressing.
Sebagian fans menilai:
- Mbappé jarang turun membantu bek
- Kurang agresif saat kehilangan bola
- Lebih menunggu bola di area depan
Namun, pandangan tersebut tidak sepenuhnya disepakati oleh semua pihak.

Pembelaan Pelatih Prancis: Soal Peran, Bukan Kemalasan
Pelatih timnas Prancis menegaskan bahwa jarak lari bukan satu-satunya indikator kerja keras pemain, terutama untuk sosok seperti Mbappé.
“Jangan harap dia mau lari 11 kilometer seperti gelandang bertahan,” tegas sang pelatih.
Menurutnya, Mbappé memiliki peran spesifik:
- Menjadi ancaman utama di lini depan
- Menghemat energi untuk sprint eksplosif
- Fokus pada momen krusial, bukan lari konstan
Ia menilai kritik terhadap Mbappé sering kali mengabaikan konteks taktik dan karakter permainan.
Karakter Mbappé: Sprint, Bukan Maraton
Mbappé dikenal sebagai pemain dengan akselerasi dan kecepatan luar biasa. Gaya mainnya mengandalkan:
- Sprint jarak pendek dan menengah
- Pergerakan tanpa bola di momen tertentu
- Ledakan kecepatan yang memecah pertahanan
Berbeda dengan gelandang box-to-box, Mbappé tidak dirancang untuk terus bergerak sepanjang pertandingan. Pelatih Prancis menekankan bahwa nilai Mbappé ada pada kualitas sprint-nya, bukan total jarak lari.

Taktik Real Madrid dan Peran Mbappé
Di Real Madrid, Mbappé ditempatkan sebagai ujung tombak serangan. Dalam skema ini, ia:
- Menunggu transisi cepat
- Menjadi target utama umpan terobosan
- Mengunci bek lawan agar tidak naik terlalu tinggi
Peran ini membuat Mbappé sering terlihat “diam” saat tim bertahan. Namun, secara taktik, keberadaannya di depan justru:
- Membatasi keberanian bek lawan
- Membuka ruang bagi rekan setim
- Menjadi ancaman konstan saat counter attack
Statistik Tidak Selalu Menceritakan Segalanya
Pelatih Prancis juga mengkritik cara sebagian pihak menggunakan statistik secara mentah. Menurutnya:
- Jarak lari tidak mencerminkan efektivitas
- Sprint berkualitas lebih penting daripada lari konstan
- Kontribusi ofensif harus dilihat secara menyeluruh
Mbappé mungkin tidak mencatat 11 km per pertandingan, tetapi satu sprint-nya bisa:
- Menghasilkan peluang emas
- Memaksa pelanggaran
- Mengubah arah pertandingan
Tekanan Ekspektasi di Klub Seperti Real Madrid
Bermain di Real Madrid berarti hidup di bawah sorotan tanpa henti. Setiap kekurangan akan diperbesar, termasuk aspek non-teknis seperti kerja tanpa bola.
Pelatih Prancis menilai kritik terhadap Mbappé juga dipengaruhi oleh:
- Statusnya sebagai pemain bintang
- Ekspektasi berlebihan publik
- Perbandingan dengan pemain lain yang memiliki gaya berbeda
Menurutnya, pemain seperti Mbappé harus dinilai dari dampak, bukan dari keseragaman statistik.
Perbandingan dengan Pemain Legendaris
Dalam sejarah sepak bola, banyak pemain hebat yang tidak dikenal sebagai “pelari jarak jauh”, namun sangat menentukan, seperti:
- Cristiano Ronaldo di fase akhir kariernya
- Lionel Messi dengan efisiensi gerakan
- Penyerang murni yang fokus pada momen krusial
Mbappé, menurut pelatih Prancis, berada dalam kategori yang sama: pemain penentu, bukan pekerja kasar.
Real Madrid Tetap Diuntungkan dengan Mbappé
Terlepas dari kritik, kontribusi Mbappé untuk Real Madrid tetap signifikan:
- Menarik perhatian lebih dari satu bek
- Membuka ruang bagi Vinícius dan Bellingham
- Memberi opsi serangan cepat yang mematikan
Pelatih Prancis yakin bahwa seiring waktu, publik akan lebih memahami peran Mbappé dalam sistem permainan Madrid.
Adaptasi dan Tantangan ke Depan
Meski membela Mbappé, sang pelatih juga menegaskan bahwa adaptasi tetap diperlukan. Bermain di La Liga dan Real Madrid memiliki tuntutan berbeda dibanding liga lain.
Mbappé diharapkan:
- Lebih sinkron dengan sistem tim
- Memilih momen bertahan yang tepat
- Tetap menjaga keseimbangan antara efisiensi dan kontribusi tim
Namun, hal itu tidak berarti ia harus berubah menjadi pemain dengan jarak lari ekstrem.
Kesimpulan
Kritik terhadap Mbappé soal “malas lari” di Real Madrid dinilai tidak sepenuhnya adil. Pelatih Prancis menegaskan bahwa meminta Mbappé berlari 11 km per pertandingan adalah kesalahan dalam memahami peran dan karakter sang pemain.
Mbappé adalah pemain dengan kekuatan eksplosif dan insting tajam. Nilainya terletak pada kualitas sprint dan momen penentu, bukan pada seberapa jauh ia berlari. Di klub sebesar Real Madrid, pemahaman taktik dan konteks menjadi kunci dalam menilai performa seorang bintang.
One Response