Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali menjadi perhatian dunia, terutama terkait potensi eskalasi konflik yang melibatkan Iran. Salah satu skenario yang kini mulai dibahas adalah kemungkinan Iran menargetkan infrastruktur strategis global, termasuk kabel internet bawah laut di kawasan Selat Hormuz.
Selat Hormuz bukan hanya jalur penting bagi perdagangan minyak dunia, tetapi juga menjadi titik strategis bagi berbagai infrastruktur komunikasi global. Jika Iran benar-benar memutus kabel bawah laut di kawasan ini, dampaknya tidak hanya regional, tetapi bisa meluas hingga melumpuhkan internet dunia.
Lalu, seberapa besar dampaknya? Berikut ulasan lengkapnya.
Pentingnya Selat Hormuz bagi Dunia
Selat Hormuz merupakan jalur laut sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu “chokepoint” terpenting di dunia.
Sekitar 20% pasokan minyak global melewati selat ini setiap hari, menjadikannya jalur vital bagi ekonomi dunia.
Selain energi, kawasan ini juga menjadi jalur strategis bagi berbagai kabel bawah laut yang menghubungkan Asia, Eropa, dan Timur Tengah. Infrastruktur ini menjadi tulang punggung internet global.
Gangguan kecil saja di wilayah ini sudah cukup untuk mengguncang dunia—apalagi jika kabel bawah laut sengaja diputus.
Bagaimana Kabel Bawah Laut Menggerakkan Internet Dunia
Banyak orang mengira internet bergantung pada satelit, padahal kenyataannya sekitar 95% trafik internet global ditransmisikan melalui kabel bawah laut.
Kabel ini menghubungkan benua dan negara dengan kecepatan tinggi. Jika kabel ini rusak atau diputus, maka konektivitas global akan terganggu secara signifikan.
Contohnya, kerusakan kabel di Laut Merah pernah menyebabkan gangguan hingga 25% trafik internet antara Asia, Eropa, dan Timur Tengah.
Artinya, jika gangguan terjadi di Selat Hormuz—yang lebih strategis—dampaknya bisa jauh lebih besar.
7 Dampak Besar Jika Iran Memutus Kabel Bawah Laut
1. Internet Global Bisa Lumpuh Sebagian

Pemutusan kabel bawah laut akan langsung menyebabkan gangguan koneksi lintas negara. Negara-negara di Asia, Timur Tengah, hingga Eropa akan mengalami:
- Internet lambat ekstrem
- Server down
- Website global tidak bisa diakses
Dalam skenario terburuk, sebagian wilayah bisa mengalami “internet blackout”.
2. Ekonomi Digital Dunia Terhenti
Dunia saat ini sangat bergantung pada internet:
- E-commerce
- Perbankan digital
- Trading saham & crypto
Jika koneksi terganggu, transaksi global bisa terhenti. Hal ini dapat menyebabkan kerugian miliaran dolar dalam hitungan jam.s
3. Sistem Keuangan Global Terguncang
Bank internasional menggunakan jaringan internet untuk transaksi lintas negara. Jika kabel terputus:
- Transfer internasional tertunda
- Sistem SWIFT terganggu
- Pasar saham menjadi tidak stabil
Efek domino ini bisa memicu krisis keuangan global.
4. Harga Minyak dan Energi Meledak
Selain internet, Selat Hormuz juga merupakan jalur utama distribusi energi dunia.
Gangguan di wilayah ini saja sudah bisa membuat harga minyak melonjak drastis dan memicu inflasi global.
Jika ditambah gangguan komunikasi global, dampaknya akan jauh lebih parah karena:
- Distribusi energi terganggu
- Informasi pasar tidak stabil
- Kepanikan investor meningkat
5. Gangguan Besar pada Militer dan Keamanan

Militer modern sangat bergantung pada jaringan komunikasi digital.
Jika kabel bawah laut diputus:
- Sistem komunikasi militer terganggu
- Koordinasi internasional melemah
- Risiko konflik semakin besar
Hal ini bisa mempercepat eskalasi menjadi konflik global.
6. Negara Berkembang Paling Terdampak
Negara-negara yang bergantung pada jalur internet internasional akan mengalami dampak paling parah, termasuk:
- Asia Tenggara
- Afrika
- Timur Tengah
Internet lambat atau putus total bisa melumpuhkan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan komunikasi masyarakat.
7. Kepercayaan Global terhadap Infrastruktur Internet Runtuh

Jika kabel bawah laut bisa dijadikan target geopolitik, maka dunia akan menghadapi realita baru:
- Internet tidak lagi aman
- Infrastruktur global rentan diserang
- Negara mulai membangun “internet mandiri”
Hal ini bisa memicu fragmentasi internet global (splinternet).
Apakah Skenario Ini Realistis?
Secara teknis, menyerang kabel bawah laut bukan hal mustahil.
Iran sendiri memiliki kemampuan militer laut yang cukup kuat dan bahkan menunjukkan kontrol strategis di Selat Hormuz.
Namun, langkah ini sangat ekstrem karena:
- Bisa memicu perang besar
- Mengundang respons militer global
- Merugikan Iran sendiri
Karena itu, skenario ini lebih sering dianggap sebagai “senjata tekanan geopolitik” daripada tindakan yang benar-benar dilakukan.
Dampak Jangka Panjang bagi Dunia
Jika kejadian ini benar-benar terjadi, dunia akan berubah drastis:
1. Percepatan Internet Satelit
Perusahaan seperti Starlink akan menjadi alternatif utama.
2. Diversifikasi Jalur Kabel
Negara-negara akan membangun jalur baru untuk menghindari chokepoint seperti Hormuz.
3. Keamanan Infrastruktur Jadi Prioritas
Kabel bawah laut akan dijaga seperti aset militer.
Kesimpulan
Selat Hormuz bukan hanya jalur minyak, tetapi juga jalur vital komunikasi global.
Jika Iran memutus kabel bawah laut di kawasan ini, dampaknya tidak hanya regional, tetapi bisa melumpuhkan internet dunia, mengguncang ekonomi global, dan memicu krisis internasional.
Meskipun kemungkinan ini masih bersifat spekulatif, satu hal yang pasti: dunia saat ini sangat rapuh terhadap gangguan infrastruktur digital.
Dan di era modern, perang tidak lagi hanya terjadi di darat, laut, atau udara—tetapi juga di dasar laut, melalui kabel-kabel yang menghubungkan seluruh dunia.