
Jakarta, Indonesia — Dunia sepak bola Indonesia dipenuhi kabar membanggakan pada akhir Januari 2026: Maarten Paes, kiper utama Tim Nasional Indonesia, telah resmi atau selangkah lagi resmi bergabung dengan Ajax Amsterdam, raksasa sepak bola Belanda yang dikenal dengan tradisi panjangnya dalam mengembangkan talenta top dunia.
Kepindahan ini bukan sekadar pergantian klub biasa. Selain nilai transfer, kontrak jangka panjang, dan ekspektasi tinggi terhadap performanya, ada peran dua sosok berpengaruh yang dulunya terlibat bersama Paes di Timnas Indonesia — yang menurut laporan media Belanda dan Indonesia diyakini ikut memengaruhi keputusan Ajax merekrut sang kiper.
Artikel ini membedah secara komprehensif proses transfer, peran figur penting, konteks strategis di balik Ajax Amsterdam, serta maknanya bagi sepak bola Indonesia dan karier Paes, dengan fokus SEO yang baik untuk pembaca dan penggemar sepak bola.
BACA JUGA:
Polisi Gerebek Muda-Mudi di Apartemen Jakpus, Sita 14 Vape Sinte Cair
Transisi Karier: Dari FC Dallas ke Ajax Amsterdam
Paes, 27 tahun, sebelumnya bermain sebagai penjaga gawang utama di FC Dallas di Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat. Setelah performanya konsisten di MLS, Ajax Amsterdam mengincarnya sebagai solusi jangka panjang di bawah mistar.
Pakar transfer Fabrizio Romano mengonfirmasi bahwa Ajax telah mencapai kesepakatan permanen dengan FC Dallas untuk mendatangkan Paes, yang akan menandatangani kontrak hingga Juni 2029 — durasi yang mencerminkan kepercayaan klub terhadap kemampuan dan potensinya.
Kontrak itu memperpanjang masa kerjanya di Eropa setelah sebelumnya berkarier di NEC Nijmegen dan FC Utrecht sebelum ke MLS. Kembalinya Paes ke Eredivisie, liga sepak bola elite Belanda, juga menjadi momen penting dalam kariernya.

Alasan Ajax Amsterdam Mengincar Maarten Paes
Ajax tidak merekrut Paes secara sembarangan. Ada beberapa faktor strategis di balik keputusan ini:
- Krisis posisi kiper di Ajax: Klub sedang dalam fase transisi karena kiper lain seperti Vitezslav Jaros berstatus pinjaman dan Remko Pasveer telah memasuki usia veteran.
- Pengalaman internasional dan performa kuat: Paes sudah tampil lebih dari 100 kali untuk FC Dallas, menunjukkan konsistensi dan karakter profesional.
- Potensi jangka panjang klub: Ajax melihat Paes bukan sekadar pelapis, melainkan aset kiper yang bisa berkembang dan menjadi bagian dari rencana tim Eropa.
Namun, faktor teknis klub ini saja tidak menjelaskan keseluruhan cerita: dua figur penting dari jaringan sepak bola internasional — yang memiliki hubungan dengan Timnas Indonesia — menjadi kunci dalam proses transfer ini.
Siapa Dua Sosok yang Berpengaruh?
1. Jordi Cruyff — Direktur Teknik Ajax dan Penasihat Teknis Timnas Indonesia
Alt Text:Maarten Paes melakukan penyelamatan gemilang untuk Timnas Indonesia di pertandingan internasional
Salah satu nama yang disebut dalam laporan sebagai sosok penting di balik transfer adalah Jordi Cruyff — Direktur Teknik Ajax Amsterdam yang juga pernah berstatus sebagai penasihat teknis untuk Timnas Indonesia.
Menurut media Belanda De Telegraaf dan laporan di Indonesia, Cruyff berada dalam posisi strategis yang unik: selain berpengaruh di Ajax sebagai pengambil keputusan teknis, dia juga mengenal langsung Paes dari pengalaman mereka bersama dalam timnas. Ini memberi Cruyff pemahaman mendalam tentang kemampuan, adaptabilitas, dan karakter Paes di level internasional, yang diyakini Ajax sangat hargai.
Cruyff tidak hanya sekadar rekomendasi biasa, tetapi figur yang menggabungkan pengalaman klub elite Eropa dan wawasan tentang sepak bola Asia, khususnya Indonesia. Perannya dipandang memberi Bobot lebih kuat pada observasi Paes.
2. Denny Landzaat — Asisten Pelatih dan Penilai Potensi Paes
Nama kedua adalah Denny Landzaat, yang saat ini menjadi asisten pelatih kepala Ajax di bawah Fred Grim dan juga berkolaborasi dengan timnas Indonesia.
Koneksi Landzaat dengan Paes bukan semata formalitas. Sebagai staf teknis profesional yang pernah bekerja langsung bersama Paes, penilaiannya terhadap performa sang kiper turut disampaikan kepada jajaran teknis Ajax, sehingga memengaruhi keputusan klub untuk menargetkan Paes sebagai bagian dari rencana mereka ke depan.
Sinergi antara Cruyff dan Landzaat menciptakan dua sumber umpan balik yang kredibel tentang kualitas Paes: satu dari perspektif teknik klub dan satu dari pengalaman langsung di lapangan bersama pemain. Ini kemudian menjadi salah satu logika strategis yang membuat Ajax yakin untuk bergerak cepat.

Makna Transfer Bagi Timnas Indonesia
Momen kepindahan Paes ke Ajax Amsterdam memiliki implikasi signifikan bagi sepak bola Indonesia, terutama karena:
- Menempatkan pemain naturalisasi Indonesia ke salah satu klub paling bergengsi di Eropa, yang langsung menaikkan profil kompetitif Timnas Indonesia.
- Mempertegas hubungan jaringan internasional di sepak bola Indonesia, di mana pelatih dan staf teknis internasional berkontribusi pada eksposur pemain Indonesia di level klub besar.
- Menjadi inspirasi bagi generasi muda, karena perjalanan Paes dari naturalisasi hingga ke Ajax menunjukkan bahwa jalur karier global terbuka bagi talenta asal Indonesia — apalagi yang tampil konsisten di level klub profesional.
Apa Langkah Selanjutnya untuk Paes di Ajax?
Setelah proses transfer ini rampung, Paes dijadwalkan:
- menjalani tes medis resmi,
- menyelesaikan kontrak jangka panjang hingga Juni 2029,
- dan kemudian mulai persaingan di skuad utama Ajax untuk musim berikutnya.
Walau Ajax punya stok kiper lain, keputusan untuk mendatangkan Paes mengindikasikan mereka melihat potensi jangka panjang di bawah mistar yang sejalan dengan filosofi klub.
One Response