Polisi dan tim forensik sedang olah TKP penemuan mayat pria penuh luka di kawasan Gumuk Pasir Parangtritis Bantul.

Bantul, DI Yogyakarta — Warga kawasan Gumuk Pasir, Grogol IX, Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul digegerkan oleh penemuan mayat pria penuh luka pada Rabu pagi 28 Januari 2026 sekitar pukul 07.30 WIB. Belakangan, identitas korban terungkap sebagai Herlan Matrusdi (68), mantan Sekretaris Jenderal Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) DKI Jakarta yang sempat aktif di organisasi olahraga tersebut.

Kejadian ini menarik perhatian publik tidak hanya karena kondisi jasad yang tragis, tetapi juga karena peran pelaku sebagai tokoh olahraga, sehingga menimbulkan pertanyaan terkait motif dan penyebab kematian Herlan.

BACA JUGA:

3 Alasan PM Inggris Keir Starmer Kian Merapat ke China


Penemuan Mayat di Gumuk Pasir: Kronologi Awal

Penemuan jasad berawal saat Marno (50), seorang warga Grogol VII, Parangtritis, sedang mencari rumput untuk ternak di area Gumuk Pasir — sebuah kawasan dataran pasir yang kerap dikunjungi wisatawan. Sekitar pukul 07.30 WIB, Marno melihat sosok pria tergeletak tidak bergerak di semak-semak. Karena curiga, ia segera melapor ke Polsek Kretek.

Tak lama kemudian, polisi bersama tim medis dan Inafis Polres Bantul tiba di lokasi dan melakukan pemeriksaan awal terhadap tubuh korban. Setelah dicek, korban dinyatakan meninggal dunia dengan sejumlah luka pada bagian tubuh dan wajah, termasuk lebam di sekitar wajah dan luka di leher. Kondisi ini memicu dugaan awal bahwa korban kemungkinan mengalami kekerasan sebelum meninggal.


Identifikasi Korban: Eks Sekjen Pordasi DKI Jakarta

Setelah proses identifikasi oleh pihak kepolisian, jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Yogyakarta, di mana pihak keluarga mendatangi langsung dan memastikan identitas korban melalui kecocokan foto, pakaian, serta ciri-ciri fisik jenazah.

Putra korban, Agi Irvan Majibi (40), memastikan bahwa jasad tersebut adalah ayahnya, Herlan Matrusdi, yang sudah lama tidak kembali ke rumah di Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Menurut Agi, ayahnya telah sekitar enam hingga tujuh bulan tidak pulang, dan keluarga sempat kehilangan kontak sebelum berita duka itu datang.

Sebelumnya, sebuah unggahan di grup media sosial organisasi Pordasi DKI Jakarta sempat menyebar pada 23 Januari 2026, yang memperlihatkan foto Herlan dengan wajah lebam dan hidung tertutup kapas, namun tidak ada penjelasan resmi terkait kondisi itu. Keluarga lalu mencoba menghubungi ponselnya tanpa hasil jelas.

Lokasi penemuan mayat di semak-semak Gumuk Pasir Parangtritis terlihat diamankan polisi dengan garis pembatas.

Ciri-Ciri Temuan dan Dugaan Awal Penyebab Kematian

Berdasarkan keterangan polisi, saat ditemukan, tubuh korban mengenakan:

Posisi jasad terlentang dengan kedua tangan tertekuk di dada dan kedua kaki menekuk. Polisi juga mencatat sejumlah luka pada tubuh korban, seperti luka pelipis kanan, sobekan di daun telinga, serta lebam di sekitar mulut kiri.

Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian belum menyimpulkan secara resmi apakah kejadian ini merupakan kasus pembunuhan atau kematian akibat penyebab lain. Investigasi masih berlanjut dengan pemeriksaan forensik dan wawancara saksi di sekitar lokasi kejadian.


Reaksi Warga dan Penanganan Polisi

Penemuan mayat di tempat wisata yang biasanya ramai dikunjungi ini langsung mengundang perhatian warga setempat dan pengunjung. Banyak yang terkejut mengetahui bahwa sosok yang ditemukan adalah seorang tokoh olahraga senior dari Jakarta.

Pihak Polsek Kretek dan Polres Bantul langsung memasang garis polisi di sekitar area penemuan untuk mengamankan lokasi, serta memanggil tim Inafis untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Upaya ini dilakukan untuk memastikan tidak ada barang bukti yang terlewat dan membantu proses penyelidikan.

Sementara itu, proses identifikasi jasad hingga wawancara saksi terus berjalan, termasuk pemeriksaan kemungkinan korban sempat berada di lokasi lain sebelum ditemukan tewas di kawasan Gumuk Pasir.


Organisasi Pordasi dan Sosok Herlan Matrusdi

Herlan dikenal sebagai mantan Sekretaris Jenderal Pordasi DKI Jakarta, yakni organisasi yang menaungi olahraga berkuda di ibu kota. Menurut keterangan Ketua Umum Pengda Pordasi DIY, Harsoyo, Herlan termasuk figur yang aktif dalam berbagai kegiatan Pordasi, terutama pada acara acara yang diselenggarakan organisasi tersebut.

Namun, Harsoyo tidak mengetahui secara pasti periode kepengurusan Herlan maupun alasan Herlan berada di Yogyakarta pada saat kejadian. Rekan-rekannya di Pordasi DIY juga menyatakan tidak mengetahui agenda apa yang sedang dijalankan Herlan di Jogja sebelum ditemukan tewas.

Kerabat korban mantan Sekretaris Jenderal Pordasi DKI Jakarta tiba di RS Bhayangkara Yogyakarta untuk identifikasi jenazah.

Publik dan Dugaan Penyebab Kematian

Belum adanya keterangan resmi dari pihak kepolisian menimbulkan berbagai spekulasi di masyarakat dan media sosial terkait motif kematian korban, seperti kemungkinan penganiayaan, kecelakaan, atau sebab lainnya. Hingga informasi lanjutan keluar, Polisi Bantul terus mengumpulkan bukti dan memeriksa saksi untuk memperjelas garis waktu kejadian.

Kapolres Bantul dan pihak Inafis diperkirakan akan segera memberikan keterangan resmi lengkap setelah pemeriksaan lebih mendalam terhadap jasad Herlan, termasuk hasil visum forensik yang saat ini masih dilakukan.


Kesimpulan

Kasus penemuan mayat pria penuh luka di Gumuk Pasir Parangtritis yang kemudian teridentifikasi sebagai tokoh olahraga senior — mantan Sekjen Pordasi DKI Jakarta, Herlan Matrusdi (68) — masih dalam tahap penyelidikan pihak kepolisian. Meskipun korban ditemukan dengan sejumlah luka dan kondisi tubuh yang mencurigakan, penyebab pasti kematiannya belum bisa dipastikan apakah merupakan tindak pidana atau kejadian lain.

Peristiwa ini tidak hanya mengejutkan warga Bantul dan pengunjung, tetapi juga komunitas olahraga berkuda nasional, karena sosok korban dikenal luas dalam lingkup Pordasi. Kepolisian dipastikan akan terus mengungkap fakta hukum kasus ini, termasuk kemungkinan adanya motif kriminal atau faktor lain yang menyebabkan kematian tersebut.

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *